Newsroom

Informasi Terbaru & Siaran Pers

Cara kamu bantu kami membantu petani

CROWDE adalah platform pemodalan petani dengan sistem crowd-lending. Kami selalu berupaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong masyarakat untuk melakukan pemodalan.

Kami siap menceritakan lebih banyak tentang CROWDE, sapa kami melalui:

Press Release Terakhir Kami

Peluang Bisnis di Sektor Penyedia Bahan Pangan

Sektor bisnis pertanian, peternakan, dan perikanan sering dianggap tidak menjanjikan. Sektor penyedia bahan pangan ini masih dianggap terlalu tinggi risiko. Tidak dapat memberi jaminan atas perputaran bisnis yang baik. Padahal kalau bisnis di sektor tersebut bisa dikelola dengan serius, bisa menjadi peluang yang menggiurkan. Bagaimana tidak? Sekarang seluruh penduduk di dunia pasti membutuhkan pangan. Kalau bisnisnya menyediakan bahan pangan, pasti target konsumennya dijamin selalu ada. Yang dibutuhkan hanyalah proses pengelolaan produksi yang benar. Agar dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan hasil produksi. Lalu, bisnis apa saja di sektor ini yang peluangnya menjanjikan? Yuk, temukan jawabannya di ulasan berikut! Bisnis bahan pangan organik Pertanian organik merupakan sistem pertanian dengan pola alami. Yang mana, dalam proses budidayanya tidak menggunakan bahan-bahan kimia sama sekali. Bahkan, air untuk irigasi juga dipastikan tidak tercemar. Proses budidaya pertanian organik juga bisa dilakukan dengan teknik hidroponik. Tanpa menggunakan media tanam berupa tanah dan bisa dilakukan di lahan paling sempit sekalipun. Pola budidaya organik bisa menghasilkan produk pertanian yang sangat sehat untuk dikonsumsi karena bahan pangan yang dihasilkan tidak mengandung zat kimia. Seiring bertambahnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat, peminat bahan pangan organik semakin bertambah. Meski dijual dengan harga yang lebih mahal, namun banyak konsumen yang tetap mencarinya. Sehingga ini bisa menjadi peluang bisnis pertanian yang menjanjikan. Selain itu, banyak juga komoditas pertanian yang bisa dibudidayakan dengan pola pertanian organik. Termasuk beras dan sayur-sayuran, yang merupakan kebutuhan pangan pokok penduduk Indonesia.    Bisnis tanaman rempah dan obat-obatan Rempah adalah komoditas yang tidak hanya laris di pasar dalam negeri, namun juga banyak dicari oleh pasar luar negeri. Rempah sangat dibutuhkan untuk mengolah aneka ragam makanan supaya menjadi lezat. Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, namun juga dibutuhkan oleh industri pengolahan produk pangan, dan restoran. Komoditas rempah tidak hanya mampu menyulap makanan jadi lezat, tapi juga bisa dijadikan sebagai obat. Kandungan zat yang ada di dalam tanaman rempah dipercaya mampu menyembuhkan beragam penyakit.   Tanaman rempah terdiri dari adas, akar wangi, asam jawa, bawang putih, cengkeh, jahe, jintan, kapulaga, dan masih banyak lagi. Produk hasil tanaman rempah bisa dipasarkan baik dalam kondisi sudah diolah, maupun belum. Keduanya sama-sama diminati pasar sehingga sangat menjanjikan untuk dijadikan bisnis utama. Bisnis toko tani penyedia kebutuhan pertanian Toko tani biasa menjual ragam komoditas hasil panen petani atau juga bahan-bahan untuk kebutuhan budidaya, seperti pupuk, bibit, dan alat pertanian. Produk hasil panen yang dijual pasti ada pembelinya karena produk tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Belum lagi kalau bisa mendapatkan pembeli dengan kualifikasi besar, maka sudah pasti kamu bisa mendulang untung besar. Untuk produk kebutuhan budidaya kamu bisa menjadi reseller atau bekerja sama dengan paguyuban petani. Bisa juga bekerja sama dengan perusahaan yang membutuhkan berbagai kebutuhan budidaya untuk disalurkan kepada para petaninya. Kamu juga bisa kok ikut berbisnis dengan menyalurkan permodalan ke toko tani melalui platform CROWDE. Selain bisa membantu usaha mereka, kamu sekaligus bisa berinvestasi pada usaha tersebut. Kalau usahanya untung, kamu juga bisa ikut merasakannya. Kalau sudah tau pasti menjanjikan seperti ini, kenapa enggak langsung cek di sini!   Referensi: Aryadji. 15 Agustus 2018. Berdesa.com: https://bit.ly/2CqIRtB Danu Adji. Desember 2015. Danuadji.com: https://bit.ly/2b1aejl Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini. The post Peluang Bisnis di Sektor Penyedia Bahan Pangan appeared first on Crowde Blog.

Ini Upaya untuk Mempertahankan Ketahanan Pangan di Indonesia!

Indonesia adalah negara berkembang padat penduduk. Meski demikian, Indonesia juga dianugerahi sumber daya alam yang berlimpah. Seperti, luasnya lahan pertanian dan perairan Indonesia tidak jarang membuat negara tetangga iri. Kekayaan alam ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik dan dimaksimalkan untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduknya. Hingga bisa mencapai ketahanan pangan. Tidak berhenti pada pencapaian ketahanan pangan saja. Ketahanan pangan juga harus dipertahankan agar penduduk Indonesia bisa mencapai cita-cita zero hunger di tahun 2030. Lalu, apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk mempertahankan ketahanan pangan dalam negeri? Melakukan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal Kebutuhan pangan penduduk Indonesia sangat bergantung pada beras. Padahal ketergantungan yang berlebihan terhadap satu jenis komoditas sangat berbahaya. Dari segi konsumsi, dapat mengakibatkan penyempitan pilihan komoditas lain yang semestinya juga berpotensi untuk dijadikan bahan pangan utama. Kalau dari segi produksinya, dikatakan rawan karena produksi komoditas padi sendiri sangat ditentukan oleh ketersediaan air irigasi yang cukup, padahal air irigasi semakin langka. Ditambah, terjadinya laju konversi lahan sawah ke non-sawah. Lalu, strategi diversifikasi menjadi upaya yang harus dilakukan sebagai cara adaptasi yang efektif untuk mengurangi risiko produksi akibat perubahan iklim. Yang paling penting, dapat membuka peluang bagi komoditas lain untuk dijadikan sumber pangan utama bagi penduduk Indonesia. Namun, tetap melihat potensi berbasis sumber daya lokal. Apa yang ada di sekitar, mampu dikembangkan melalui industri pengolahan skala kecil dan menengah. Karena itu, pemerintah sudah mencanangkan akselerasi diversifikasi pangan yang dituangkan dalam Perpres No. 22 Tahun 2009. Pemerintah meyakini bahwa upaya diversifikasi pangan dapat mendukung stabilitas ketahanan pangan nasional. Melakukan upaya pelestarian dan eksplorasi bahan pangan Pemerintah juga tengah mengupayakan penelitian di sektor pertanian berbasis Sumberdaya Genetik. Tujuannya adalah untuk menciptakan keanekaragaman komoditas bahan pangan untuk mencapai ketahanan, keamanan, hingga kedaulatan pangan. Bahkan database sumberdaya genetik telah dipersiapkan dalam platform website Pusat Genom Pertanian Indonesia (PGPI). Database sumberdaya genetik ini nantinya bisa dimanfaatkan secara bersama-sama oleh berbagai stakeholder guna mempertahankan ketahanan pangan. Sumberdaya genetik juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat dan pencadangan ragam komoditas di masa mendatang. Pengembangan sumberdaya genetik dilakukan melalui upaya eksplorasi, evaluasi, dokumentasi, hingga pemanfaatan plasma nutfah. Selain harus bereksplorasi di dalam negeri, Indonesia juga tetap perlu melakukan kerja sama global untuk bisa mengakses sumberdaya genetik milik luar negeri. Memuliakan petani Bila ingin ketahanan pangan nasional dapat dipertahankan, petani sebagai pejuang pangan harus dinomor-satukan. Terlihat dari data BPS berikut, dari tahun 2014 – 2017 tingkat kesejahteraan petani terus membaik. Bahkan di tahun 2018, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) mengalami peningkatan tajam dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu menjadi 111,47. Dimana kesejahteraan petani salah satunya dapat dilihat melalui indikator NTUP. Bila sudah berada di atas 100, menandakan bahwa usaha petani surplus. Meningkatnya kesejahteraan petani juga terlihat dari menurunnya jumlah penduduk miskin di pedesaan. Pada Maret 2015, penduduk miskin di Indonesia masih sebanyak 11,22% dari total keseluruhan penduduk. Namun, pada Maret tahun 2018 hanya tinggal 9,82% atau sebanyak 25,96 juta jiwa. Sudah menjadi tugas seluruh penduduk Indonesia untuk memuliakan petani. Agar upaya untuk mempertahankan ketahanan pangan nasional bisa terwujud. Mampu mencukupi kebutuhan pangan hanya dari hasil produksi dalam negeri. Mampu mengatur kebijakan pangannya sendiri secara mandiri. Serta, mampu melindungi dan mensejahterakan petani sebagai pelaku utama penyedia pangan di Indonesia. Oleh karenanya, dengan ikut melindungi dan meningkatkan kesejahteraan petani, berarti kamu telah ikut berkontribusi memajukan negaramu sendiri. Lalu, bagaimana caranya supaya bisa ikut meningkatkan kesejahteraan petani? Gampang, kamu cuma perlu cek caranya di sini! Enggak besok, enggak nanti, tapi sekarang!   Referensi: Sosiawan Nusifera. 11 April 2013. Universitas Jambi: https://bit.ly/2XMWzzL Zulfah Goenawan. 20 Oktober 2018. IDN Times: https://bit.ly/2UvxzLt Kuntoro Boga Andri. 28 Agustus 2018. Media Indonesia (online): https://bit.ly/2Uv5h3R Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini. The post Ini Upaya untuk Mempertahankan Ketahanan Pangan di Indonesia! appeared first on Crowde Blog.

Cari Tahu, Bagaimana Tantangan Ketahanan Pangan Indonesia di Masa Depan?

Indonesia memiliki luas lahan pertanian seluas 7,1 juta ha. Lahan seluas ini harus bisa dikelola dengan baik agar mampu menghasilkan hasil produksi yang maksimal. Karena, lahan seluas apapun bila tidak ada upaya pengelolaan secara berkelanjutan, juga tidak akan bisa memberi hasil yang maksimal. Lalu, apa itu ketahanan pangan? Ketahanan pangan diartikan sebagai sebuah kondisi ketersediaan bahan pangan yang mencukupi. Sehingga, masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah. Agar ketersediaan mencukupi, hasil produksi bahan pangan harus sesuai atau bahkan melebihi kebutuhan seluruh penduduknya. Namun, apakah untuk mencapai ketahanan pangan itu mudah? Atau justru punya banyak tantangan yang harus dihadapi? Nah, ulasan berikut akan membahas seputar tantangan yang akan dihadapi dalam mencapai ketahanan pangan nasional di masa depan. Apa saja? Yuk, simak yang berikut ini! Laju pertumbuhan penduduk yang semakin masif Fakta menunjukkan laju pertumbuhan penduduk semakin lama, semakin cepat. Bahkan diperkirakan pada tahun 2035, jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 305 juta jiwa. Ini tantangan dari ketahanan pangan yang paling utama. Dimana, tolak ukur dari adanya predikat ketahanan pangan adalah kecukupan pangan dari penduduknya sendiri. Bila penduduk yang diberi makan jumlahnya semakin banyak, otomatis total kebutuhannya akan semakin bertambah. Terbukti di Indonesia sendiri, kebutuhan beras sudah naik sebanyak 19,6% dan jagung naik 20%. Karenanya, harus dilakukan optimalisasi lahan pertanian agar Indonesia selalu punya peluang untuk meningkatkan hasil produksi dalam negeri. Berbagai terobosan telah dijalankan oleh Kementerian Pertanian untuk mengoptimalkan produksi lahan pertanian Indonesia. Seperti, melakukan peningkatan alat mesin pertanian menjadi lebih dari 2000%, melakukan rehabilitasi irigasi hingga 500%, dan lahan untuk ditanami benih unggul juga naik hingga 562%. Upaya ini masih harus dilanjutkan dengan memberi banyak terobosan lain yang berguna untuk meningkatkan hasil produksi pangan dalam negeri. Persoalan logistik juga masih jadi tantangan Kemudahan penduduk dalam mengakses bahan pangan juga termasuk pada faktor harga jualnya. Harga bahan pangan dari Sabang sampai Merauke, harus diupayakan kestabilannya. Namun, persoalan logistik masih menjadi salah satu kendala hingga menyebabkan terjadinya fluktuasi harga bahan pangan nasional. Selain lahan pertanian yang harus dioptimalkan, faktor pendukung seperti logistik juga harus diperhatikan. Hasil produksi pangan yang tak jarang bersifat musiman, harus diberikan solusi jangka panjang. Terutama untuk komoditas musiman yang tidak boleh dibiarkan langka ketika sudah tidak musimnya lagi. Atau jangan sampai harga jualnya jatuh saat musimnya tiba. Sebut saja komoditas bawang merah. Tempat penyimpanan untuk produk bawang merah harus tersedia dengan kualitas yang memadai. Pemerintah harus mau berinvestasi pada teknologi terbaik sebagai tempat penyimpanan komoditas musiman. Agar stok dalam negeri dapat tersedia sepanjang tahun tanpa adanya fluktuasi harga. Bila produksi yang cukup didukung oleh logistik pergudangan, serta transportasi distribusi yang memadai, ketahanan pangan di masa yang akan datang sudah tidak perlu diragukan lagi. Kurangnya sumber daya manusia di sektor pertanian Indonesia memang sedang mengalami darurat regenerasi petani. Hampir tidak ada anak petani yang ingin menjadi petani seperti orang tuanya. Profesi petani yang dekat dengan kehidupan di ladang, tidak sejahtera, dan masih tradisional, tidak menarik bagi generasi penerusnya. Bahkan, hanya ada sekitar 4% penduduk usia 15 – 35 tahun yang ingin menjadi petani. Karena itu, pemerintah sebaiknya tidak hanya berfokus pada upaya pengoptimalisasi alat pertanian. Namun, juga fokus pada pengembangan teknologinya. Anak muda yang dekat dengan dunia teknologi harus diarahkan untuk masuk ke sektor pertanian. Sehingga bisa merevolusi image pertanian tradisional menjadi pertanian yang lebih modern. Yang akhirnya, bisa membuat mereka tertarik untuk ikut mengembangkan sektor pertanian dengan cara mereka. Asalkan tujuan akhirnya bisa sama-sama meningkatkan hasil produksi bahan pangan dalam negeri. Tantangan pasti selalu ada, tinggal bagaimana kita menghadapinya dan memberi solusi sebagai jalan keluar. Semua menjadi ringan bila dikerjakan bersama-sama. Jangan hanya pemerintah yang bergerak, kamu sebagai masyarakat sipil juga bisa kok ikut membuat perubahan. Agar seluruh tantangan ketahanan pangan di masa depan, sudah bisa diantisipasi sedini mungkin. Caranya juga mudah, coba cek di sini! Tunggu apa lagi? Do it now!   Referensi: EH Ismail. 9 Agustus 2018. Republika (online): https://bit.ly/2UqkTFK Selfie Miftahul Jannah. 14 Februari 2019. Tirto: https://bit.ly/2u0tGlZ Redaksi. 9 Agustus 2018. Kumparan: https://bit.ly/2NUOEfo Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini. The post Cari Tahu, Bagaimana Tantangan Ketahanan Pangan Indonesia di Masa Depan? appeared first on Crowde Blog.

Media Kit

Unduh media kit CROWDE dengan klik tautan dibawah ini

Media yang Percaya dan Mempublikasikan Kami